|
Masa Depan Aceh Pasca Pilkada
Oleh : Redaksi 06 Jan, 07 - 12:55 am
Oleh Irfan S. Awwas
ACEH pasca pilkada, bagai masyarakat yang sakit parah, benar-benar lumpuh mental dan fisik. Penyebabnya, trauma politik masa lalu dan bencana dahsyat tsunami yang memporakporandakan hampir semua infrastruktur sosial masyarakat. Kemiskinan dan kerusakan moral, derita anak-anak dan para janda yang suaminya terbunuh dalam DOM atau korban bencana tsunami, sungguh menggoreskan luka yang dalam di hati mereka.
Trauma politik rakyat Aceh, berupa diterbitkannya PP RIS Nomor 21 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Propinsi, pada tanggal 14 Agustus 1950. Kemudian disusul dengan PP Pengganti UU No. 5 tahun 1950 tentang pembentukan Propinsi Sumatera Utara. Rezim Soekarno menerbitkan PP tersebut tanpa adanya perjanjian dan kesepakatan dari rakyat dan pimpinan Aceh. Peristiwa ini, kemudian dianggap sebagai bentuk aneksasi Aceh ke dalam wilayah Sumatera Utara.
|
Belasan LSM Diduga Lakukan Misi Pemurtadan di Aceh
Oleh : Fakta 29 Sep, 06 - 3:09 pm
Banda Aceh - Sedikitnya 12 lembaga swadaya masyarakat (LSM) nasional yang berada di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) diduga melakukan misi pemurtadan dan upaya pendangkalan aqidah terhadap puluhan anak bawah umur di daerah berjuluk Serambi Mekah itu.
"Dari hasil investigasi tim kami sekitar tiga bulan yang lalu, sampai hari ini ada puluhan anak Aceh di bawah umur direkrut dan dibiayai suatu yayasan yang diduga melakukan pendangkalan aqidah," kata ketua tim investigasi dan koordinator Forum masyarakat anti trafiking (Format) NAD, Tarmizi M Daud kepada Antara di Banda Aceh, Jumat.
Dia mengatakan, LSM nasional tersebut berasal dari Jakarta, Surabaya dan Medan. Misi pertama LSM-LSM tersebut di Aceh adalah kemanusiaan, termasuk membantu evakuasi korban beberapa hari setelah musibah tsunami 26 Desember 2004.
|
Gerilya Misi di Serambi Makkah
Oleh : Redaksi 17 Jan, 06 - 1:11 pm
Calang dan Meulaboh adalah daerah merah kristenisasi, karena wilayah ini sulit dijangkau pasca bencana stunami.
Karim, sebut saja begitu, seorang pegawai di Children Center di Banda Aceh, terbengong-bengong melihat logo dalam tiap bungkus makanan ringan di depannya. Hampir tiap kantong dihiasi gambar salib yang mencolok mata. Padahal, makanan itu bukan untuk keperluan konsumsi peringatan hari Natal, Desember lalu. ''Makanan ini akan disebarkan kepada anak-anak Aceh korban tsunami di barak-barak pengungsian,'' ujarnya.
Semula, ia tak begitu mengamati. Sejak hampir lima bulan lalu, tugasnya mengepak bungkusan-bungkusan itu. ''Di setiap kantong itu, kami temukan salib-salib.''
|
Pemurtadan di Aceh Makin Gencar : Orang Aceh digaji belasan juta untuk mengeristenkan saudaranya.
Oleh : Redaksi 06 Jan, 06 - 1:12 pm
JAKARTA -- Gerakan Kristenisasi dan aksi pemurtadan semakin gencar dilakukan misionaris melalui LSM/NGO asing terhadap anak-anak dan masyarakat Aceh. Berbagai tipu muslihat mereka lakukan mulai membagikan sembako yang disisipi buku-buku, majalah tentang Yesus, memberi uang jutaan rupiah ke setiap keluarga sebagai rayuan masuk Kristen, hingga ditemukan Injil berbahasa Aceh.
''Para misionaris ini melakukan berbagai strategi pemurtadan di Aceh dari yang lemah lembut sampai yang terang-terangan,'' tegas Sekjen Hilal Merah, Muzakhir Ridho, pada acara Seminar dan Dialog Nasional ''Perubahan Sosial dan Isu Pemurtadan di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD)'', Kamis (5/1), di Jakarta.
Saat ini, lanjut Ridho, ada pemukiman yang selesai dibangun oleh NGO lalu diberi tanda salib. ''Ini cara (pemurtadan) yang sangat terang-terangan,'' ujarnya.
|
Aktivitas Misionaris Paska Tsunami Terjadi di Pedalaman Aceh, Kerja BRR Dinilai Belum Maksimal
Oleh : Redaksi 06 Jan, 06 - 12:18 am
Kordinator Muzakarah Ulama dan Habaib Kyai Haji Mudzakir Abu Faqih menyatakan, indikasi permurtadan yang dilakukan orang-orang yang tergabung dalam LSM asing pada anak-anak Aceh paska tsunami memang benar terjadi. Hal ini dibuktikan dengan temuan benda-benda berupa tanda salib dan buku injil yang diselipkan dalam bantuan ke Aceh dan juga melalui doktrin-doktrin yang isinya membujuk anak Aceh dengan cara membandingkan antara Allah dengan tuhan mereka.
"Orang asing yang bisa berbahasa Indonesia telah mendoktrin anak Aceh dengan mengatakan, 'Lihat Tuhan kamu tidak adil, kejam, rumah kamu saja dihancurkan tapi rumahNya (mesjid-red) tetap Ia jaga'," papar KH. Mudzakir menirukan perbincangan antara misionaris dengan anak-anak Aceh yang sempat didengar oleh para relawan Muslim. Menurutnya, temuan tersebut diketahui berdasarkan laporan para relawan yang bekerja di Aceh sejak awal bencana tsunami dan kegiatan tersebut terjadi hampir di seluruh wilayah Aceh. Terutama di kawasan pedalaman yang tidak terjangkau oleh relawan dari Indonesia.
|
E-movie : Renungan Setahun Tragedi Aceh
Oleh : Redaksi 27 Dec, 05 - 11:59 pm
|
Din Syamsudin: Ada Pemurtadan di Aceh
Oleh : Fakta 27 Dec, 05 - 5:00 pm
Depag Temukan Bukti Pemurtadan di Aceh
Jakarta-RoL -- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsudin menyesal setelah menyaksikan adanya fakta proses pemurtadan di provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD), khususnya terhadap para korban tsunami.
"Dengan adanya bukti-bukti ini, memang tidak dapat diingkari adanya pihak yang mengail di air keruh," kata Din Syamsudin ketika menerima para ulama dan tokoh ormas atau lembaga Islam di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Senin (26/12).
Pada silaturahmi yang sengaja diadakan untuk melaporkan fakta pemurtadan itu, sejumlah fakta berupa Injil dalam bahasa Aceh, selimut bergambarkan salib, boneka atau mainan anak-anak bergambar sinterklas, booklet, brosur, pamflet berciri Islam tetapi isinya tentang agama tertentu diperlihatkan kepada publik.
|
|
|