|
|
| Total Posting |
: |
668 |
| Total Comment |
: |
0 |
| Unique Counter |
: |
2116697 |
| Total Member |
: |
14464 |
|
Sedang Online
| Non Member |
: |
2 |
| Members |
: |
0 |
| Sekarang |
: |
2 |
| Yang Lalu |
: |
13 |
|
|
|
|

|
|
|
(JavaScript Error)
|
Gross US Debt is US$
|
|
|
arsip
|
|
|
|
|
|  |

Ketakutan tentang hari akhir atau hari kiamat di dalam benak dunia Barat, dalam hal ini Amerika Serikat diam-diam ternyata sudah menjadi momok sejak lama. Perubahan sikap Gedung Putih yang tadinya malu-malu mengakui jika dirinya sangat religius dengan kepercayaan Judeo-Christianiy-nya, menjadi sepenuhnya terbuka dan bangga dengan keyakinan Kabbalisnya tersebut dimulai pada era Presiden Ronald Reagan di era 1980-an. Sikap Presiden Jimmy Carter yang melunak dalam kebijakan di Timur Tengah di akhir masa kekuasaannya, membuat lobi Zionis berubah haluan dengan tidak mendukungnya lagi dan menemukan sosok calon presiden yang baru yang sangat mendukung mereka. Ronald Reagan, mantan aktor Hollywood yang terjun ke dunia politik dijadikan pilihan. Dalam Pemilu 1980, Reagan menang mengalahkan Carter.
Reagan sendiri seorang Judeo-Christian (Zionis-Kristen) yang sangat taat, juga Kepala Departemen Kehakiman Amerika Ed Meese, Sekretaris Departemen Pertahanan Casper Weinberger, Menteri Dalam Negeri James Watt, dan hamper semua pucuk pimpinan di Negara tersebut.
|
Pada tahun ke 40 peristiwa pembakaran ini, Masjid Al-Aqsha masih menjadi target yahudisasi pemerintah radikal Zionis Israel, termasuk di dalamnya sejumlah organisasi Zionis baik yang resmi ataupun swasta. Mereka semua terus berupaya membangun Haikal di atas reruntuhan Al-Aqsha.
Saat itu, warga Al-Quds baru sadar atas kedengkian pihak Zionis terhadap Al-Aqsha. Mereka baru sadar ketika lidah api dan asap menyelimuti kubbah masjid dan suara takbir bersahutan dari menara masjid. Namun api sudah menghanguskan mimbar Shalahudiin, membakar bangunan dan mihrab Nabi Zakaria serta ukiran kayu yang terdapat di dalamnya. Sementara itu, pemerintah Zionis hingga kini tidak pernah mundur dari niatnya untuk menguasai Al-Quds. Mereka juga membangun otoritas purbkala di bawah Masjid Al-Aqsha. Mereka mengklaim bagian selatan Al-Aqsha dimana terdapat Mushollah Marwan akan segera roboh. Hal ini dilakukan untuk menghalangi warga Palestina melanjutkan renovasi mushollah tersebut yang merupakan bagian terbesar dari Masjid Al-Aqsha.
|
 Para Raja & Saudagar Arab yg kebanyakan mengidap Penyakit Wahn
 Raja & Saudagar Arab yg akrab dengan kaum Zionist Saudi Arabia mengalir dengan riak tenang yang mempunyai gelombang besar di dalamnya, dan ditutup dengan arus kecil, seolah-olah semuanya baik-baik saja. Dibandingkan dengan negara-negara Arab lainnya, dari segi apapun, Saudi aman terkendali. Pemasukannya per tahun terus meningkat, atau paling tidak cenderung stabil, dan untuk beberapa puluh tahun ke depan, mereka tak akan terpengaruh dalam perangkap krisis ekonomi global. Jamaah haji yang sudah dipastikan membanjir bagai air bah setiap tahun merupakan salah satu jaminan besar, selain juga kekayaan minyak bumi yang berlimpah.
Hingga tak heran, anak muda Saudi mayoritas berpikiran tak perlu harus bekerja keras atau belajar dengan susah payah.
|
 Nazi & Katolik sebuah paduan yg tidak terpisahkan : Hitler parade didepan Gereja Para Jesuit telah mempersiapkan Perang Dunia II secara rahasia dan Hitler adalah mesin perang yang dibentuk dan dibiayai oleh Vatikan untuk menaklukkan dunia demi KeKatolikan Roma. Hitler, Mussolini, dan Franco merupakan pahlawan bagi iman Katolik Roma. Mereka dirancang untuk menang dan menaklukkan dunia, dan membentuk kerajaan seribu tahun bagi Paus. Di belakang layar, para Jesuit mengatur Gestapo. Semuanya ini didokumentasikan dalam The Secret History of The Jesuits.
Bacalah pernyataan pers dari diktator Spanyol, Franco, yang diterbitkan pada tanggal 3 Mei 1945, yang merupakan hari kematian Hitler. Artikel itu mengatakan, Adolf Hitler, seorang anak Gereja Katolik, meninggal karena mempertahankan Kekristenan. Kemudian lanjutnya, Diatas kematiannya tetap meninggalkan seorang figur dengan moral yang berkemenangan. Karena kemartirannya, Tuhan memberikan Hitler mahkota Kemenangan. Hitler sendiri menyatakan, Saya belajar banyak dari Ordo Jesuit.
|
 USS Liberty, saksi bisu konspirasi AS - Israel, dibawah perintah Komandan AL, John McCain WASHINGTON - Serangan maut Israel terhadap sebuah kapal US, kejadian besar yang disimpan rapat-rapat oleh Washington, mendapatkan perhatian baru dengan adanya korban selamat yang menceritakan memori yang menyakitkan tersebut. Korban USS Liberty yang selamat berkumpul di Washington pada hari Senin untuk memperingati 42 tahun penyerangan kapal tersebut dan merincikan bagaimana mereka dihujani tembakan oleh "sekutu terdekat dan penerima bantuan" AS.
Pada tanggal 8 Juni 1967, kapal mata-mata USS Liberty yang tak bersenjata sedang bertugas di perairan internasional di bagian Semenanjung Sinai ketika dibom oleh jet tempur Israel dan kapal torpedo. Serangan yang berlangsung Dua-jam-lamanya tersebut membunuh sekurang-kurangnya 34 pelaut, 173 orang lainnya terluka dan hampir menenggelamkan kapal.
Serangan di Liberty datang pada saat yang sama ketika Israel telah terlibat dalam perang singkat namun intens dengan Mesir dan sekutu Arabnya, yang bertepatan dengan perang Amerika Serikat dengan Vietnam.
|
YERUSALEM TERJAJAH Para ahli memperingatkan tentang adanya skema dari kaum Zionis untuk menciptakan ulang sebuah gempa buatan yang dirancang untuk merobohkan masjid Al Aqsa. Para ahli menekankan bahwa Israel sudah mengungkapkan rencananya tersebut di televisi dan artikel surat kabar yang tidak terhitung jumlahnya mengenai penghancuran Al Aqsa dengan cara menciptakan gempa buatan.
Dalam rencananya, Israel akan menciptakan gempa buatan melalui penanaman bom di sebelah barat Negev, di sebuah laut di Eilat, kemudian orang-orang akan merasakan getaran dari ledakan tersebut, lalu para ilmuwan memberikan keterangan, sementara Israel menyatakan bahwa ada gempa bumi melanda daerah tersebut dan menyebabkan atap-atap bangunan menjadi runtuh.
Para ahli menambahkan: Ada kemungkinan Israel mempergunakan jalur terowongan lebih banyak daripada menggunakan jet F-16 untuk menembus tembok suara masjid tersebut yang dihancurkan oleh serangan penjajahan.
|
MEMRI (The Middle East Media Research Institute) adalah lembaga yang kesehariannya melakukan alih bahasa terjemahan Inggris semua film dan media Arab, Iran dan Turki. Lembaga ini juga mempersiapkan analisa mengenai budaya, politik dan agama Timur Tengah. Setiap harinya, berita yang dibuat oleh MEMRI dikirimkan ke media-media Amerika dan Eropa. Satu hal yang patut diperhatikan adalah semua ini dilakukan dengan gratis. Itulah mengapa para wartawan, pimpinan redaksi dan analis menyebut lembaga ini sebagai anugerah ilahi.
Namun para pakar melihat MEMRI sejatinya sebagai mesin propaganda sangat berbahaya dan sangat kompleks yang bertanggung jawab menyebarkan kebencian dan informasi salah ke seluruh dunia. Sebagaimana ditulis oleh majalah Mouood (majalah yang khusus membicarakan masalah Imam Mahdi af) mengutip surat kabar In Focus, peneliti masalah-masalah Palestina dan Israel Profesor Norman G. Finkelstein kepada In Focus mengatakan, MEMRI menggunakan teknik propaganda yang dilakukan oleh NAZI. Caranya, mereka mengutip informasi yang diinginkannya dari teks dengan tujuan menciderai kepribadian atau politik seseorang yang tidak menyukai mereka.
|
Oleh A Fauzan
Sang Fuhrer belum mati. Sampai akhir zaman Sang Fuhrer akan terus dibunuh berkali-kali oleh sebuah senjata yang disebut film propaganda. Propaganda Zionis Yahudi.
Di akhir tahun 2008 kita masih teringat seorang aktor utama James Bond terbaru Daniel Craig, tampil dalam poster yang begitu heroik layaknya seorang survival di tengah hutan dengan senapannya. Poster yang menggelitik orang untuk masuk ke dalam bioskop dan menikmati aksinya tentu, apatah lagi dia aktor Bond. Pembukaan film ini diawali potongan gambar bergerak Hitler dengan acungan tangan tingginya dan aksi pasukan Hitler yang sedang menyerang sebuah desa di dataran Eropa sekitar hutan Perelaz Kota Zabielovo di Eropa Timur.
Kita disuguhkan tayangan begitu rupa pembunuhan yang kategorinya cukup grafik, namun tetap hanyalah sebuah aksi trik kamera yang menyesakkan dada. Penembakan dan aksi lainnya berakhir dengan berkumpulnya mayat-mayat di sebuah lubang panjang yang tidak terlalu jelas, apakah itu manusia atau bukan.
|
|  | |