| Statistik |
| Total Posting |
: |
106 |
| Total Comment |
: |
16212 |
| Unique Counter |
: |
154801 |
| Total Member |
: |
12721 |
|
Sedang Online
| Non Member |
: |
14 |
| Members |
: |
1 |
| Sekarang |
: |
15 |
| Yang Lalu |
: |
74 |
|
|
|
|
| Browse
Galery |
|
|
|
arsip
|
| Arsip Komentar |
|
|
| Headline lainnya |
Main Blog
Aceh
Siyasah
E-Book
Foto
Fakta
Hikayat
| |
| |
 |
Penyimpangan di Sekitar Teks Proklamasi (bgn 2)
Oleh : Redaksi 17 Aug, 08 - 10:00 pm
Oleh Ihsan Tandjung
Tidak banyak di antara generasi muda di Indonesia yang mengetahui bahwa sebenarnya ada problem mendasar di sekitar peristiwa proklamasi Republik Indonesia. Adalah seorang tokoh sejarah bernama KH Firdaus AN yang menyingkap terjadinya pengkhianatan terhadap Islam menjelang, saat, dan setelah kemerdekaan.
Menurut beliau semestinya ada sebuah koreksi sejarah yang dilakukan oleh ummat Islam. Koreksi sejarah tersebut menyangkut pembacaan teks proklamasi yang setiap tahun dibacakan dalam upacara kenegaraan.
Kalau kita bandingkan antara teks proklamasi yang sudah dipersiapkan bahkan seharusnya dibacakan pada tanggal 17 Agustus 1945 dengan teks proklamasi hasil corat-coret Bung Karno, maka setidaknya ada dua masalah mendasar.
|
Penyimpangan di Sekitar Teks Proklamasi RI
Oleh : Redaksi 11 Aug, 08 - 4:00 am
Oleh Ihsan Tandjung
Tidak banyak di antara generasi muda di Indonesia yang mengetahui bahwa sebenarnya ada problem mendasar di sekitar peristiwa proklamasi Republik Indonesia. Adalah seorang tokoh sejarah bernama KH Firdaus AN yang menyingkap terjadinya pengkhianatan terhadap Islam menjelang, saat, dan setelah kemerdekaan. Menurut beliau semestinya ada sebuah koreksi sejarah yang dilakukan oleh ummat Islam. Koreksi sejarah tersebut menyangkut pembacaan teks proklamasi yang setiap tahun dibacakan dalam upacara kenegaraan.
Dalam penjelasan ensiklopedia bebas wikipedia, naskah proklamasi ditulis tahun 05 karena sesuai dengan tahun Jepang yang kala itu adalah tahun 2605.
Berikut isi teks proklamasi yang disusun oleh duet Soekarno-Hatta:
|
Rusuh Ketapang Hingga Monas Menista Islam
Oleh : Redaksi 07 Aug, 08 - 4:00 am
 Ulama Dinista, Islam Didakwa, Stigma Bengis Dilekatkan Ke Islam
Peristiwa Monas menebalkan stigma atas kelompok Islam sebagai pelaku kekerasan berkedok agama. Kenyataannya, dalam kerusuhan-kerusuhan besar di negeri ini, kelompok Islam lebih banyak menjadi objek dan korban.
Data Bappenas dan PBB menye-butkan, dalam kurun 1997-2004 telah meletus 3.600 konflik di Indonesia. Demikian pernah diungkap-kan staf Menko Politik Hukum dan Keamanan, Ir Sudharmadi WS MM.
"Sangat memprihatinkan, dalam waktu tujuh tahun ada 3600 konflik di bumi Pancasila ini," ujarnya (kapanlagi.com, 15/3/2005). ( watch Dialog Pluralisme Habib Rizieq )
|
Flash Gordon dan Freemasonry
Oleh : Redaksi 04 Aug, 08 - 3:00 am
Oleh: Aris Hardinanto*
Suatu malam tanggal 18 Juli 2008 sebuah sms (short message service) diterima di inbox penulis. Pengirim dari +6281x3x485xxx yang mengaku bernama Dika Jember tersebut menulis sebuah pesan Tlg liat film di tv tntang Flash Gordon, byk simbl Freemsn, thks, dika jmbr kurang lebih maksud pesan tersebut adalah Tolong lihat film di tv tentang Flash Gordon, banyak simbol Freemason, thanks, Dika, Jember. Saya pun membalas sms tersebut dengan mengucapkan terima kasih atas pemberitahuan dari dirinya dan meminta izin agar pesan dan nomor dia saya gunakan dalam tulisan saya; dia pun mengijinkan dengan syarat nomor Hp dia jangan di blow up semua. Tepat pukul 23.30 saya pun sudah nangkring di depan tv untuk menyaksikan dan membuktikan sms saudara sesama muslim tersebut. Sejak awal cerita sebenarnya sudah tercium gelagat mencurigakan yaitu dengan munculnya kalimat-kalimat seperti Kesatuan Alam Semesta Raya, Alam Semesta dan penciptaan yang familiar ditelinga kita tentang alam jagat raya. ( watch Masonic symbol )
|
Kasus Mutilasi Pelaku Homoseksual : Crime of Passion, Kekejian Dibalik Pembunuhan
Oleh : Redaksi 23 Jul, 08 - 6:30 pm
 kombes Carlo Brix Tewu : diatas 50% pembunuhan homoseks, berakhir mutilasi
 4 korban mutilasi Crime Passion Lebih dari separuh kasus pembunuhan yang melibatkan kaum homoseksual, dimutilasi. Pelaku umumnya menusuk korban lebih dari 10 kali tikaman. Kasus dilakukan secara spontan, terkait pasangan seks dan dilakukan secara spontan. Apakah ini menunjukkan, perilaku sosial kaum homoseksual lebih kejam dari perilaku masyarakat heteroseksual?
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro, Komisaris Besar Carlo Brix Tewu, Rabu (16/7) malam, mengatakan, lebih dari separuh kasus pembunuhan yang melibatkan homoseks, berakhir dengan mutilasi. Kasus umumnya dilakukan secara spontan dan terkait dengan persoalan pasangan seks. Angkanya saya punya, tetapi tidak di tangan saya sekarang. Jadi saya sebut saja, lebih dari separuh berakhir mutilasi, tuturnya.
|
Maraknya Geng 'Rusak' Pelajar: Serangan Budaya Barat
Oleh : Redaksi 21 Jul, 08 - 4:30 am
Generasi muda saat ini benar-benar dalam ancaman. Ini dapat terlihat dari maraknya kerusakan moral yang dilakukan oleh anak muda termasuk para pelajar. Kerapkali para kapitalis menggiring pada hancurnya akidah dan perliku generasi muda kita melalui berbagai ajang. Tidak ketinggalan anak muda itu berkerumun dalam ganster-gangster yang merusak, mulai dari 'geng pelajar', cheers, hingga geng Nero.
Seperti di Yogyakarta, menurut Kapoltabes Yogyakarta Kombes Pol Drs Agus Sukamnso Msi, menyatakan bahwa dari hasil penyelidikan memang ditemukan ada `gang pelajar` di Kota Yogyakarta yang ditengarai sering melakukan kegiatan yang menganggu masyarakat seperti aksi `vandalisme` dan corat-coret fasilitas umum. "Kami akan perketat pengawasan dan pembinaan terhadap `gang pelajar` di Kota Yogyakarta karena gang seperti ini dapat mengarah kepada tindakan anarki," katanya.
|
Khurafat dalam Obor Olimpiade
Oleh : Redaksi 26 Jun, 08 - 7:00 pm
 "Olympiade" ritual Pagan "Kepada Dewa Zeus" oleh bangsa Yunani Kuno
Sungguh pelik persoalan yang menimpa umat ini. Menjelang olimpiade di China tahun ini, api olimpiade sudah mulai dilarikan ke negeri-negeri yang ikut serta dalam acara dunia ini. Hanya sayang sekali, tak ada sedikitpun para pejabat dan ulama muslim yang menghukumi atas aktitas ini. Padahal dibalik tradisi api olimpiade ini terdapat kemusyrikan yang membahayakan akidah umat. Bila ada ada ritual yang bukan dari Islam seringkali dinyatakan bid'ah seperti tahlilan, tetapi dalam kasus ini tak ada satu pun yang menyatakan bahwa tradisi api olimpiade itu adalah bid'ah.
Api olimpiade, obor olimpiade, dan cahaya olimpiade semuanya merupakan nama-nama bagi satu lambang promosi olimpiade.
|
|
 |
|
|
 |
|
 |
|
|
|
|
|
|
|