| Statistik |
| Total Posting |
: |
113 |
| Total Comment |
: |
16446 |
| Unique Counter |
: |
162444 |
| Total Member |
: |
13331 |
|
Sedang Online
| Non Member |
: |
115 |
| Members |
: |
1 |
| Sekarang |
: |
116 |
| Yang Lalu |
: |
118 |
|
|
|
|
| Browse
Galery |
|
|
|
arsip
|
| Arsip Komentar |
|
|
| Headline lainnya |
Main Blog
Aceh
Siyasah
E-Book
Foto
Fakta
Hikayat
| |
| |
 |
Naskah Supersemar Beredar di Internet
Oleh : Redaksi 30 Nov, 08 - 11:00 pm
 Jakarta - Naskah asli Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) hingga saat ini masih tidak diketahui keberadaannya. Belum lama ini muncul naskah Supersemar di internet. Naskah diketik di sebuah kertas berwarna kekuningan yang tampak tua. Naskah Supersemar tersebut beredar dari milis dan email. Dalam versi online ini, naskah Supersemar diketik di atas kertas berkop Presiden Republik Indonesia disertai logo padi dan kapas di atasnya.
Selain logo padi dan kapas, ada juga logo burung Garuda di sisi kiri. Di akhir naskah ada tanda tangan Presiden Indonesia Soekarno pada 11 Maret 1966. Naskah ditulis dalam ejaan lama.Sejumlah kejanggalan ada dalam naskah tersebut. Misalnya meskipun menggunakan ejaan lama, anehnya nama Soeharto dan Soekarno ditulis dengan ejaan baru.
|
Theosofi di Indonesia
Oleh : Redaksi 11 Nov, 08 - 7:35 pm
Oleh: Aris Hardinanto*
Sebagai orang yang berkepribadian dan mengaku nasionalis tentu di harapkan peka terhadap sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Bangsa yang secara de facto merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 ini sejatinya menyimpan banyak catatan misteri khususnya yang berkaitan dengan kegiatan keagmaan yang sejak abad-abad silam hidup di tengah masyarakat Indonesia. Ungkapan yang sering terdengar di telinga kita adalah perihal Jas Merah yang kurang lebih berarti jangan sekali-kali melupakan sejarah, yang berarti kita sebagai umat Islam harus selalu mendengungkan jargon Iqra!!! atau baca. Baca segala hal, baca situasi, dan baca sejarah. Kita juga sering mendengar pengalaman adalah guru yang paling baik.
Penulis sengaja mengangkat judul diatas karena menurut pribadi, hal diatas jarang sekali di jamah oleh masyarakat kita di karenakan kurangnya (dengan kesengajaan tentunya) bahan rujukan atau media informasi terhadap hal diatas.
|
Penyimpangan di Sekitar Teks Proklamasi (bgn 2)
Oleh : Redaksi 17 Aug, 08 - 10:00 pm
Oleh Ihsan Tandjung
Tidak banyak di antara generasi muda di Indonesia yang mengetahui bahwa sebenarnya ada problem mendasar di sekitar peristiwa proklamasi Republik Indonesia. Adalah seorang tokoh sejarah bernama KH Firdaus AN yang menyingkap terjadinya pengkhianatan terhadap Islam menjelang, saat, dan setelah kemerdekaan.
Menurut beliau semestinya ada sebuah koreksi sejarah yang dilakukan oleh ummat Islam. Koreksi sejarah tersebut menyangkut pembacaan teks proklamasi yang setiap tahun dibacakan dalam upacara kenegaraan.
Kalau kita bandingkan antara teks proklamasi yang sudah dipersiapkan bahkan seharusnya dibacakan pada tanggal 17 Agustus 1945 dengan teks proklamasi hasil corat-coret Bung Karno, maka setidaknya ada dua masalah mendasar.
|
|
 |
|
|
 |
|
 |
|
|
|
|
|
|
|