Sejarah Indonesia....... A to Z


 

Time Line Era Revolusi 1945 - 1950

 
 Era Penjajahan Jepang - 1942 - 1945  Era Pendudukan Jepang 1942-1945
 
 Kemerdekaan - Agustus 1945  http://id.wikipedia.org/wiki/Proklamasi
 
 Rapat Raksasa Lapangan Ikada - 19 Sept 1945  Pada tgl 19 September 1945 mulai pukul 10.00 pagi bertempat digedung KNIP Lapangan Banteng Jakarta (Mahkamah Agung samping Dep.Keuangan sekarang) diadakan Rapat Kabinet yang langsung dipimpin oleh Presiden Soekarno. Cukup banyak yang dibicarakan dalam rapat tersebut termasuk rencana pembentukan Bank Negara Indonesia (BNI) oleh ayahnya Prof DR Soemitro Djojohadikusumo yaitu Margono. Tetapi ada agenda cukup penting yang rupanya dibicarakan secara khusus, yaitu berlangsungnya “Rapat Raksasa Ikada” yang penyelenggaraannya dipersiapkan dan dilaksanakan rakyat Jakarta dan sekitarnya yang dimotori Pemuda-Mahasiswa Jakarta
  Pada tgl 19 September 1945 mulai pukul 10.00 pagi bertempat digedung KNIP Lapangan Banteng Jakarta (Mahkamah Agung samping Dep.Keuangan sekarang) diadakan Rapat Kabinet yang langsung dipimpin oleh Presiden Soekarno. Cukup banyak yang dibicarakan dalam rapat tersebut termasuk rencana pembentukan Bank Negara Indonesia (BNI) oleh ayahnya Prof DR Soemitro Djojohadikusumo yaitu Margono. Tetapi ada agenda cukup penting yang rupanya dibicarakan secara khusus, yaitu berlangsungnya “Rapat Raksasa Ikada” yang penyelenggaraannya dipersiapkan dan dilaksanakan rakyat Jakarta dan sekitarnya yang dimotori Pemuda-Mahasiswa Jakarta.
 
 Peristiwa Hotel Oranye - Surabaya - 19 Sept 1945  Insiden Bendera 19 September 1945 di Hotel YAMATO / Hotel ORANGE (sekarang Hotel Mandarin Oriental MAJAPAHIT) Surabaya. Rakyat Surabaya marah dengan adanya bendera merah putih biru berkibar di atas menara hotel. Dan terjadilah aksi perobekan bendera warna biru, hingga menjadi merah dan putih.

Insiden Bendera 19 September 1945 di Hotel YAMATO / Hotel ORANGE (sekarang Hotel Mandarin Oriental MAJAPAHIT) Surabaya. Rakyat Surabaya marah dengan adanya bendera merah putih biru berkibar di atas menara hotel. Dan terjadilah aksi perobekan bendera warna biru, hingga menjadi merah dan putih. (Sumber: Album Perang Kemerdekaan 1945-1950, Perpustakaan DHD 45 Propinsi Jatim)

 
 Peristiwa 10 Nopember - 1945  http://id.wikipedia.org/wiki/Peristiwa_10_November - http://id.wikipedia.org/wiki/Sutomo
Peristiwa 10 November 1945
Bung Tomo

sumber : www.youtube.com sumber : www.arsipjatim.go.id
Bala bantuan pemuda-pemuda luar kota terus datang menggunakan alat transportasi kereta api. Mereka ikut berjuang mempertahankan Tanah Air tercinta dari serangan tentara Sekutu. Para pemuda di Surabaya bersiap-siap menuju medan pertempuran untuk mempertahankan Tanah Air tercinta dari tangan penjajah.
Senjata rakyat berbicara. Meriam penangkis udara, senjata-senjata peninggalan Jepang atau hasil rampasan, senjata-senjata mesin, golok, bambu runcing digunakan untuk melawan Sekutu. Para Narapidana rumah penjara Kalisosok tidak mau ketinggalan terjun dalam perjuangan. Tampak mereka berbaris dengan memanggul takeyari (bambu runcing) di tengah Kota Surabaya.
Laskar Rakyat juga turut serta melakukan perlawanan terhadap pasukan sekutu Pada 10 Nopember 1945 mulai pukul 06.00 WIB pertempuran besar-besaran dan dasyat berkobar di Surabaya. Rakyat Surabaya tidak mau menyerahkan sejengkal tanahnya pun kepada Sekutu. TKR, pemuda, buruh, dan semua lapisan masyarakat ikut berjuang. Hanya wanita, orang tua dan anak-anak yang tampak mengungsi.
 
 Peristiwa "Bandung Lautan Api" - 24 Maret 1946  http://indonesiakemarin.blogspot.com/2007/03/bandung-lautan-api-24-maret-1946.html
 
 Perundingan Linggarjati - 10-13 November 1946  Perundingan Linggarjati atau kadang juga disebut Perundingan Linggajati adalah suatu perundingan antara Indonesia dan Belanda di Linggarjati, Jawa Barat yang menghasilkan persetujuan mengenai status kemerdekaan Indonesia. Hasil perundingan ini ditandatangani di Istana Merdeka Jakarta pada 15 November 1946 dan diratifikasi kedua negara pada 25 Maret 1947.

Misi pendahuluan
Pada akhir Agustus 1946, pemerintah Inggris mengirimkan Lord Killearn ke Indonesia untuk menyelesaikan perundingan antara Indonesia dengan Belanda. Pada tanggal 7 Oktober 1946 bertempat di Konsulat Jenderal Inggris di Jakarta dibuka perundingan Indonesia-Belanda dengan dipimpin oleh Lord Killearn. Perundingan ini menghasilkan persetujuan gencatan senjata (14 Oktober) dan meratakan jalan ke arah perundingan di Linggarjati yang dimulai tanggal 11 November 1946.

Jalannya perundingan
Dalam perundingan ini, Indonesia diwakili oleh Kabinet Sjahrir III yang dipimpin oleh Perdana Menteri Sutan Sjahrir dan tiga anggota: Mohammad Roem, Susanto Tirtoprodjo, dan AK Gani. Belanda diwakili oleh tim yang disebut Komisi Jendral dan dipimpin oleh Schermenhorn. Lord Killearn dari Inggris bertindak sebagai mediator dalam perundingan ini.

Hasil perundingan
Wikisource memiliki naskah atau teks asli yang berkaitan dengan:
Perjanjian LinggarjatiHasil perundingan terdiri dari 17 pasal yang antara lain berisi:
  1. Pemerintah RI dan Belanda bersama-sama menyelenggarakan berdirinya sebuah negara berdasar federasi, yang dinamai Indonesia Serikat.

  2. Pemerintah Republik Indonesia Serikat akan tetap bekerja sama dengan pemerintah Belanda membentuk Uni Indonesia-Belanda.

  3. Belanda mengakui kedaulatan de facto RI atas Jawa, Madura, dan Sumatra.
    Pelaksanaan hasil perundingan ini tidak berjalan mulus. Pada tanggal 20 Juli 1947, Gubernur Jendral H.J. van Mook akhirnya menyatakan bahwa Belanda tidak terikat lagi dengan perjanjian ini, dan pada tanggal 21 Juli 1947 meletuslah Agresi Militer Belanda. ( Baca Naskahnya )


Suasana Perjanjian Linggarjati

Formal dinner with mixed Dutch and Indonesian guests, plus foreign Ambassadors, shortly after Indonesia proclaimed Independence. At the uncomfortably-arranged long table at the back of this suffocatingly crowded vista, there were Indonesian Prime Minister Sir Sjahrir, and independence hero and Muslim scholar Haji Agus Salim. All Indonesian women present were wearing Javanese traditional dress of batik sarong and kebaya.


http://youtube.com/watch?v=cXj0T37aNwc

Tanggal 15 November 2007 adalah hari peringatan 61 tahun telah berlangsungnya pemarafan naskah persetujuan Linggajati. Perundingan Linggajati terutama berlangsung dari tanggal 11 - 13 bertempat didesa Linggajati Kuningan. Persetujuan ini penting bagi Indonesia-Belanda karena sejak tanggal tersebut, Delegasi Belanda yang dipimpin mantan Perdana Menteri Schermerhorn mengakui kedaulatan defakto Republik Indonesia atas wilayah pulau Jawa, Madura dan Sumatera. Delegasi Indonesia dipimpin Perdana menteri Sjahrir. Namun perundingan dapat berlangsung tuntas karena keterlibatan Presiden Soekarno pada tanggal 13 November 1946 dipendopo Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Persetujuan Linggajati ditanda tangani tanggal 25 Maret 1947

 
 Peristiwa Westerling - Des 1946 - Feb 1947  http://id.wikipedia.org/wiki/Westerling - http://id.wikipedia.org/wiki/Pembantaian_Westerling
Sluit dit vensterSluit dit venster
 
 Agresi Militer Belanda I - 21 Juli - 5 AGustus 1947  http://id.wikipedia.org/wiki/Agresi_Militer_Belanda_I
Photo diatas adalah sedikit cuplikan dari sudut Belanda yang diambil dari http://www.dekolonisatie.com/mariniersbrigade/product.htm
 
 Perjanjian Renville - 8 Desember 1947  Perjanjian Renville
Delegasi Indonesia pada perjanjian Renville, tampak diantaranya Agus Salim dan Achmad SoebardjoPerjanjian Renville adalah perjanjian antara Indonesia dan Belanda yang ditandatangani pada tanggal 17 Februari 1947 di atas geladak kapal perang Amerika Serikat sebagai tempat netral, USS Renville, yang berlabuh di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Perundingan dimulai pada tanggal 8 Desember 1947 dan ditengahi oleh Komisi Tiga Negara (KTN), Committee of Good Offices for Indonesia, yang terdiri dari Amerika Serikat, Australia, dan Belgia.

Delegasi
Delegasi Indonesia dipimpin oleh Perdana Menteri Amir Syarifuddin Harahap. Delegasi Kerajaan Belanda dipimpin oleh Kolonel KNIL R. Abdul Kadir Wijoyoatmojo.

USS Renville Perundingan
Belanda bersikukuh dengan sikap mereka, yaitu tidak bersedia mundur ke batas demarkasi sebelum agresi militer, dan tetap mempertahankan batas demarkasi baru yang dinamakan "Garis van Mook" sebagai hasil agresi militer mereka. Garis van Mook itu untuk Belanda merupakan Dream Line (garis impian) karena dengan demikian Belanda memperoleh penambahan wilayah yang sangat besar, baik di Sumatera mau pun di Jawa, terutama daerah-daerah yang kaya akan sumber daya alam yang sangat dibutuhkan oleh Belanda, seperti minyak dan hasil pertambangan lain.

Tanggal 17 Januari 1948, ditandatangani kesepakatan antara Pemerintah RI dan Pemerintah Belanda, yang kemudian dikenal sebagai Persetujuan Renville.

Gencatan senjata
Pemerintah RI dan Belanda sebelumnya pada 17 Agustus 1947 sepakat untuk diadakannya gencatan senjata hingga ditandatanganinya Persetujuan Renville, tapi pertempuran terus terjadi antara tentara Belanda dengan berbagai laskar-laskar yang tidak termasuk TNI, dan sesekali unit pasukan TNI juga terlibat baku tembak dengan tentara Belanda, seperti yang terjadi antara Karawang dan Bekasi.

Pasca perjanjian
Sebagai hasil Persetujuan Renville, pihak Republik harus mengosongkan enclave (kantong-kantong) yang dikuasai TNI, dan pada bulan Februari 1948, Divisi Siliwangi hijrah ke Jawa Tengah.

Tidak semua pejuang Republik yang tergabung dalam berbagai laskar a.l. Barisan Bambu Runcing dan Laskar Hizbullah/Sabillilah di bawah pimpinan Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo mematuhi hasil Persetujuan Renville tersebut. Mereka terus melakukan perlawanan bersenjata terhadap tentara Belanda. S.M. Kartosuwiryo, yang menolak jabatan Menteri Muda Pertahanan dalam Kabinet Amir Syarifuddin, kemudian mendirikan Darul Islam dan Tentara Islam Indonesia (DI/TII). Hingga pada 7 Agustus 1949, di wilayah yang masih dikuasai Belanda waktu itu, Kartosuwiryo menyatakan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII).

http://id.wikipedia.org/wiki/Perjanjian_Renville

Photo diatas adalah sedikit cuplikan dari sudut Belanda yang diambil dari http://www.dekolonisatie.com/mariniersbrigade/product.htm
 
 Agresi Militer Belanda II - 19 Desember 1948  http://id.wikipedia.org/wiki/Agresi_Militer_II - Operasi Burung Gagak/Operatie Kraai

http://youtube.com/watch?v=8pnGW61NI8A

Tgl 19 Desember 1948,jam 6.00 pagi, Belanda menyerang Yogya. Presiden dan Wakil Presiden beserta sejumlah pejabat kabinet ditangkap. Inilah hari paling tegang dan amat darurat bagi Republik Indonesia. Namun seolah semua sudah diatur, berdirilah PDRI di Sumatera dan Pak Dirman melasanakan Perang Rakyat Semesta diseluruh tanah air. Di PBB, para pejuang diplomasi tidak akan mundur setapakpun serta tetap mengusahakan negara Proklamasi tegak dan berdiri.

 
 Serangan Umum - 1 Maret 1949  http://id.wikipedia.org/wiki/Serangan_Umum_1_Maret
Berkas:Monumen 1 Maret 1949.JPG
 
 Perjanjian Roem Royen - 7 Mei 1949 
Van Royen Roem

Perjanjian Roem Royen (juga disebut Perjanjian Roem-Van Royen) adalah sebuah perjanjian antara Indonesia dengan Belanda yang ditandatangani pada tanggal 7 Mei 1949.

Perundingan ini terjadi setelah Agresi Militer Belanda II yang dilakukan pada 19 Desember 1948 mengalami kegagalan dalam diplomasi internasional yang dilakukan oleh Belanda. Akibat tekanan dunia internasional, terutama dari pihak Amerika Serikat yang mengancam akan menghentikan bantuannya kepada Belanda, akhirnya dengan terpaksa Belanda bersedia untuk kembali berunding dengan RI.

Dengan difasilitasi oleh UNCI, tanggal 14 April 1949 dimulai perundingan antara Delegasi Republik Indonesia yang dipimpin oleh Mr. Mohammad Roem dengan Delegasi Belanda yang dipimpin oleh Dr. Jan H. van Royen.

Kesepakatan yang dicapai adalah:

  1. Pemerintah Indonesia akan dikembalikan ke Yogyakarta
  2. Indonesia dan Belanda akan segera mengadakan perundingan Konferensi Meja Bundar (KMB)

http://id.wikipedia.org/wiki/Roem_-_Royen

 
 Konperensi Meja Bundar - 23 Ags - 2 Nop 1949  http://id.wikipedia.org/wiki/Konferensi_Meja_Bundar
 
 Pengakuan Kemerdekaan RI - 27 Desember 1949  http://id.wikipedia.org/wiki/Pengakuan_kemerdekaan_Indonesia_oleh_Belanda

http://youtube.com/watch?v=Bofoz_Hagzw

Pada tanggal 28 Desember 1949, Presiden Republik Indonesia Serikat kembali ke Jakarta dengan menumpang pesawat DC 3 Garuda Indonesian Airways
 
 Peristiwa Kudeta Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) - 23 Jan 1950  http://id.wikipedia.org/wiki/APRA 
 
Link Timeline:
  1. Era Pendudukan Jepang 1942-1945
    Galery Tentara Heiho - Peta - TKR
    Romusha dan Jugun Ianfu

  2. http://id.wikipedia.org/wiki/Proklamasi
    Peristiwa Rengasdengklok & Rumah Bersejarah Babah Djiaw yang Terlupakan
    W.R. Soepratman Pencipta Indonesia Raya

  3. http://id.wikipedia.org/wiki/Peristiwa_10_November
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sutomo

  4. http://id.wikipedia.org/wiki/Perundingan_Linggarjati
    http://id.wikisource.org/wiki/Perjanjian_Linggarjati

  5. http://id.wikipedia.org/wiki/Agresi_Militer_Belanda_I
    http://id.wikipedia.org/wiki/Westerling
    http://id.wikipedia.org/wiki/Pembantaian_Westerling
    http://id.wikipedia.org/wiki/Aksi_Polisionil

  6. http://id.wikipedia.org/wiki/Perjanjian_Renville

  7. http://id.wikipedia.org/wiki/Agresi_Militer_II

  8. http://id.wikipedia.org/wiki/Serangan_Umum_1_Maret

  9. http://id.wikipedia.org/wiki/Roem_-_Royen

  10. http://id.wikipedia.org/wiki/Konferensi_Meja_Bundar

  11. http://id.wikipedia.org/wiki/Pengakuan_kemerdekaan_Indonesia_oleh_Belanda

  12. http://id.wikipedia.org/wiki/APRA

Link Lain
  1. http://indexpress.net/index.html
 
       
Visits :
785 Today-Total 429830

Halaman ini akan terus di update

Bila pihak pemegang copyright keberatan atas publikasi ini, materi pada halaman ini akan segera dihapus.
Copyright © swaramuslim
 Hak cipta dilindungi oleh Allohu Subhanahu wa Ta'ala
Free Website Hosting