
|
|
| Total Posting |
: |
103 |
| Total Comment |
: |
268 |
| Unique Counter |
: |
73520 |
| Total Member |
: |
13331 |
|
Sedang Online
| Non Member |
: |
104 |
| Members |
: |
0 |
| Sekarang |
: |
104 |
| Yang Lalu |
: |
119 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
Berharap Premium Rasa Kansas
Oleh : Redaksi 24 Dec 2008 - 4:30 am
Harga premium di Indonesia lebih mahal dibandingkan dengan di Amerika. Harga premium di Kansas City pada saat ini hanya Rp 4.300 per liter. Sedangkan di sini, Suparman dan masyarakat lainnya mesti merogoh kocek lebih dalam, yakni Rp 5.000, untuk mendapatkan seliter premium. Harga lokal ini berlaku sejak Senin lalu. Harga baru ini menurun sebesar Rp 500 dari harga sebelumnya. Harga premium di Indonesia sebenarnya bisa turun hingga Rp 3.500 per liter. Bila menilik biaya produksi premium, dengan harga jual Rp 5.000, pemerintah mestinya mendulang laba gede. Pemerintah untung trilyunan rupiah dengan harga sekarang. Pemerintah, menurut Kurtubi, Direktur Center for Petroleum and Energy Economics Studies, harus berani menurunkan lagi harga premium dari harga saat ini. Penurunan harga premium yang lebih besar akan menjadi salah satu alat kebijakan untuk mendorong sektor riil pada saat perekonomian kurang bersahabat. "Pemerintah jangan terlalu pelit dan perhitungan dengan rakyatnya sendiri," Kurtubi menambahkan.
|
Si Pandir Dan Kelompoknya Yang Kapitalis
Oleh : Redaksi 02 Dec 2008 - 2:30 am
oleh Munarman
Sungguh banyak manusia pandir di dunia ini. Kepandiran ini tentu saja bukan karena manusia-manusia tersebut tak berilmu atau bukan karena mereka orang bodoh. Kepandiran tersebut dikarenakan mereka kafir terhadap hukum-hukum Allah. Beberapa contoh tingkah pola kepandiran tersebut adalah, apa yang saat ini baru saja menjadi headline di berbagai surat kabar. Yang pertama adalah mengenai hasil pertemuan G-20 dan hasil pertemuan APEC, sedang yang kedua adalah mengenai heboh Adam Malik sebagai agen CIA.
Terhadap kepandiran yang dipetontonkan oleh manusia yang mengaku sebagai pemimpin negara-negara yang tergabung dalam G-20 dan APEC baru-baru ini adalah berupa, pernyataan resmi hasil pertemuan tingkat tinggi tersebut bahwa negara-negara tersebut akan tetap menggunakan kapitalisme pasar bebas sebagai basis sistem ekonomi bagi negara masing-masing dan melarang proteksionisme dalam menjalankan roda ekonomi.
|
Kerjasama KPK-FBI Memperdalam Penjajahan Amerika di Indonesia
Oleh : Redaksi 29 Nov 2008 - 1:30 am
Cengkraman Amerika di Indonesia sebenarnya bukan hal baru. Bahkan, bisa dikatakan sejak zaman Presiden RI pertama hingga sekarang, Indonesia belum bisa melepaskan diri dari cengkraman penjajahan AS, baik dalam bidang ekonomi, politik, pendidikan, keamanan maupun yang lain. Ketika isu terorisme belum reda, publik Indonesia dikejutkan dengan kerjasama KPK dan FBI (Federal Bureau of Investigation) dalam proyek yang disebut Pemberantasan Korupsi. Kerjasama itu dilakukan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Ketua KPK, Antasari Azhar dan Deputi Direktur FBI, John Pistole di Gedung KPK di Jakarta, Selasa 18 Nopember lalu.
Kedua lembaga ini sepakat untuk menjalin kerjasama dalam hal pertukaran informasi, pelaksanaan program pemberantasan korupsi, pelatihan dan kursus, pertukaran ahli bidang intelijen dan investigasi, serta bimbingan teknis. Menurut ketua KPK, Antasari Azhar, inti dari kerjasama dengan FBI adalah pengembangan kualitas dan kompetensi sumberdaya manusia KPK.
|
Wahai Capres, Bercerminlah Pada Ahmadinejad.
Oleh : Redaksi 19 Nov 2008 - 3:30 pm
 Ahmadinejad, namanya di takuti AS & Israel
Pemilu saat ini sudah bersiap menyambut kita. Sejumlah tokoh pun sudah bermunculan. Mereka menganggap yang paling bisa dan tepat menjadi pemimpin. Tapi taukah anda pemimpin apa yang telah di contohkan Rasulullah ? Sikap Sederhana. Inilah yang kini di tunjukan Presiden Iran , Mahmoud Ahmadinejad.
Mudah-mudahan di pemilu yang akan datang kita akan memiliki Presiden seperti ini ?
Suatu ketika Presiden Iran saat ini: Mahmoud Ahmadinejad, di wawancara oleh TV Fox (AS) soal kehidupan pribadinya:
|
Penguasa yang Sombong dan Bebal
Oleh : Redaksi 30 Oct 2008 - 4:00 pm
 Tapi, ketika itu pemerintah bebal. Krisis pun membadai yg dampaknya terus hingga kini
Gejala krisis ekonomi sekarang ini, menurut mantan Menko Rizal Ramli, telah diramalkan Econit Adversory pada Januari 2008. Waktu itu Econit memperingatkan, perekonomian Indonesia diramalkan akan mengalami penggelembungan finansial. Rizal menyebutnya sebagai The Year of The Bubble.
Namun, saat itu Menko Perekonomian Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani, ungkap Rizal, tak menanggapi serius ramalan tersebut. ''Mereka sombong,'' Rizal menandaskan.
Bahkan Tim Indonesia Bangkit (TIB) telah memperingatan bakal terjadinya krisis ini sejak akhir 2006. Waktu itu TIB menyatakan, sepuluh tahun pascakrisis, Indonesia bakal kembali menghadapi ancaman yang sama. Namun, pemerintah dengan tegas membantahnya.
|
Menggugat Kejujuran Pengusung Ekonomi Kapitalisme
Oleh : Redaksi 29 Oct 2008 - 12:30 pm
Salah satu yang sangat menyolok tampak di depan mata saat krisis finansial global dunia saat ini adalah ketidak jujuran. Ketidakjujuran para pemimpin, ketidak jujuran para intelektual . Padahal kejujuran pastilah dibutuhkan oleh siapapun. Sebaliknya pendusta tentu saja tidak disukai oleh siapapun dan yang jelas dilaknat Allah SWT. Ketidakjujuran itu sekarang tampak jelas dari mereka-mereka yang mengusung dan mempertahankan ideology kapitalisme.
Ketidakjujuran yang pertama adalah menolak bahwa persoalan ini merupakan persoalan system kapitalisme itu sendiri. Mereka mengatakan krisis financial ini bukan persoalan system ideology kapitalisme. Ini hanya masalah naik turun biasa dalam system ekonomi, upaya mencari keseimbangan, hanya sekedar recovery ekonomi. Karena itu menurut mereka , kita tidak membutuhkan pergantian system ideology. Kita cukup memainkan instrument teknis ekonomi seperti naik turun suku bunga, buyback saham, kucuran dana, intervensi pasar, bailout dan lain-lain. Dengan optimis mereka mengatakan , ekonomi dunia akan kembali membaik. (simak diskusi HTI vs VOA "Rizal Mallarangeng" )
|
Agenda Selamatkan Indonesia (Bag.1)
Oleh : Redaksi 18 Sep 2008 - 6:00 pm
Hanya dalam hitungan bulan, bangsa besar ini akan menyelenggarakan pemilihan umum untuk memilih wakil-wakilnya yang akan duduk di parlemen dan akan disusul dengan pemilihan umum presiden dan wakil presiden.
Jauh sebelum Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengetuk palu membolehkan setiap partai politik berkampanye, sejumlah parpol telah menebar janji manis kepada rakyat lewat media massa dan juga pertemuan langsung. Bukan itu saja, sejumlah tokoh nasional tanpa malu-malu juga telah mempromosikan dirinya sendiri di layar kaca dan mengaku sebagai pemimpin masa depan.
Salah satu bola panas menjelang ritual lima tahunan ini adalah wacana terkait usia calon presiden. Ada yang menyatakan agar kaum tua, di atas lima puluh tahun, sebaiknya tidak usah lagi mencalonkan diri jadi calon presiden di tahun 2009. Alasannya, Indonesia dengan segala kompleksitas permasalahannya memerlukan calon pemimpin yang berani, energik, dan bisa cepat serta tepat mengambil tindakan.
|
Mengaku Partai Terbuka, PDS Ajukan Kiai jadi Caleg
Oleh : Redaksi 25 Aug 2008 - 4:00 pm
Partai Damai Sejahtera (PDS) telah menyatakan partainya sebagai partai terbuka. Untuk membuktikan hal tersebut, dalam pemilu 2009 nanti, mereka memasukkan caleg selain dari kalangan nasrani, juga dari berbagai agama seperti Islam, Hindu, Budha, dan Konghucu.
PDS mengaku juga mencalonkan beberapa ‘kiai’ dan ‘aktivis muslim’.
"Memang PDS awalnya dibentuk kalangan Kristen. Tapi, sekarang tidak lagi, PDS sudah terbuka," ujar Ketua Umum PDS Ruyandi Hutasoit.
Ruyandi melanjutkan, Sepuluh persen caleg partainya yang berasal dari lintas agama membuktikan bahwa PDS adalah partai yang terbuka dan menjamin kebebasan baragama.
|
|
 |
|
|
 |
|
 |
|
|
|
|
|
|
|