
|
|
| Total Posting |
: |
115 |
| Total Comment |
: |
269 |
| Unique Counter |
: |
106108 |
| Total Member |
: |
14545 |
|
Sedang Online
| Non Member |
: |
17 |
| Members |
: |
0 |
| Sekarang |
: |
17 |
| Yang Lalu |
: |
37 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
Oleh : Erros Jafar 01 Dec 2009 - 11:30 pm
Hasil audit investigasi Badan Pemerksa Keuangan (BPK) terhadap Bank Century yang disampaikan ke DPR, Senin, 23 November lalu, sesungguhnya, menyebabkan pemerintahan Presiden SBY yang baru seumur jagung kini oleng.
Betapa tidak? Budiono bekas Gubernur Bank Indonesia yang kini menjabat Wakil Presiden, bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani, harus diperiksa aparat hukum dan diminta pertanggung-jawabannya dalam kasus Bank Century.
Mereka berdua adalah orang yang paling bertanggung jawab atas talangan (bail-out) bank swasta kecil itu, tapi telah menghabiskan uang negarai Rp 6,7 triliun.
Ternyata dari audit investigasi BPK yang dimulai September lalu atas permintaan DPR, ditemukan berbagai ketidak-beresan di dalam upaya penyelamatan bank itu. Ketidak-beresan itu mulai dari berbagai pelanggaran terhadap peraturan yang ada, bahkan sampai perbuatan rekayasa untuk menghindari suatu ketentuan atau peraturan.
|
Oleh : Redaksi 24 Oct 2009 - 1:30 am
 Abaikan Siti Fadilah, SBY Dinilai Pentingkan Konglemerasi
Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menggelar konferensi pers pada Jum'at (23/10) di Jakarta, menyikapi diangkatnya Endang Rahayu Sedyaningsih sebagai Menteri Kesehatan dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II.
Pada kesempatan itu hadir di hadapan para wartawan dr. Sarbini Abdul Murad (Ketua Presidium MER-C), Jose Rizal Jurnalis SpOT (anggota Presidium MER-C), H.M Mursalin Perwakilan Forum Umat Islam (FUI).
Endang Rahayu adalah orang yang pernah dimutasi oleh Menkes sebelumnya Siti Fadilah Supari karena membawa sample virus flu burung ke Amerika Serikat (AS) tanpa seizin Departemen Kesehatan. Sample tersebut menurut sumber Suara Islam Online diberikan kepada perusahaan farmasi swasta AS di Bangkok Thailand.
|
Oleh : Redaksi 17 Aug 2009 - 10:00 pm
Pidato Kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam rangka HUT ke 64 Proklamasi Kemerdekaan RI, diwarnai insiden memalukan. Bagaimana tidak, sebuah acara penting yang tentunya sudah dipersiapkan jauh-jauh hari itu ternoda dengan tidak dikumandangkannya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Demikian Situs Koran Suara Merdeka mengawali kritiknya atas acara resmi negara tersebut yang melupakan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Saat itu, Ketua DPR Agung Laksono yang membuka dan memimpin rapat paripurna DPR, langsung mengajak hadirin yang sudah dipersilakan berdiri untuk langsung mengheningkan cipta. Padahal lazimnya, sebuah seremoni kenegaraan selalu diawali dengan menyanyikan Indonesia Raya. Kesalahan itu hampir tidak disadari oleh peserta rapat, yang juga dihadiri oleh pimpinan lembaga tinggi negara dan duta besar negara sahabat.Selain itu, tidak ada satupun yang mengingatkan pimpinan rapat hingga pembacaan doa yang menandai acara hampir berakhir. Demikian pula dengan master of ceremony (MC) yang saat itu juga tidak mengingatkan pimpinan rapat.
|
Oleh : Redaksi 12 Aug 2009 - 11:30 pm
 Hantu Teroris "N"
align="right" width="150" hspace="5"[/img]Seluruh pikiran, pandangan, hati, dan energi bangsa ini, hanya diarahkan dan ditujukan kepada seorang tokoh bernama ‘Nordin Top’. Digambarkan ‘Nordin Top’ ini musuh utama, musuh bangsa dan musuh umat manusia. Opini yang dibangun melalui media dan tokoh, semuanya diarahkan kepada tokoh ‘Nordin Top’.
Betapa hebatnya, sebuah proses rekayasa yang sangat sistematis, dan bangsa ini dapat melupakan seluruh persoalan-persoalan kehidupan yang pokok, dan sejatinya menjadi ancaman riil, bagi masa depan mereka.
Bermula, peristiwa yang mengejutkan, berlangsung di hari Jum’at pagi, 15 Juli 2009, di mana suasana pagi dihentakkan ledakkan bom di dua tempat, Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, yang keduanya hotel yang sangat mewah.
|
Oleh : Redaksi 17 Jul 2009 - 11:30 pm
Tepat hari Jum’at. Hari, di mana umat Islam biasanya akan melaksanakan shalat Jum’at, dan hari itu selalu mempunyai konotasi dengan umat Islam. Tiba-tiba terjadi ledakan di dua hotel bertarap internasional, yaitu JW. Marriot dan Ritz Carlton, kedua hotel itu pusatnya di AS.
Tentu, yang menjadi teka-teki, bagaimana 'teroris' dapat masuk di hotel itu, yang memiliki sistem penjagaan dan keamanan yang sangat ketat, dan berlapis-lapis. Bahkan, JW. Marriot sudah pernah mengalami pengeboman sebelumnya, tapi masih bisa 'ditembus' oleh para pengebom teroris?
Ledakan ini momentumnya usai pemilihan presiden, yang sekarang belum selesai penghitungannya oleh KPU. Tentu, ledakan di JW.Marriot dan Ritz Carlton ini membuyarkan perhatian masyarakat yang ingin mendapatkan hasil akhir penghitungan KPU, dan peristiwa ini akan mempunyai efek domino. Ada dua peristiwa penting akhir-akhir ini, yang menjadi pusat perhatian masyarakt luas, dan ingin mendapat kejelasan. Pertama, masyarakat ingin mendapat hasil akhir tentang penghitungan suara pilpres.
|
Oleh : Redaksi 04 Jul 2009 - 11:00 pm
 Suara SBY "Digerogoti" Mallarangeng
Akhir yang tidak manis. Di mana kubu SBY mendapatkan kritikan dan citra yang negative dari publik. Gara-garanya saking berlebihan ingin menang. Keinginan menang ini, dan yakin menang, menyebabkan tim sukses SBY, agak arogan dan takabur. Semuanya itu menyebabkan citra SBY yang sudah dibangun dengan penuh sopan-santun, dan tertata rapi, akibatnya berantakan.
Mulai dari pernyataan Ruhut Sitompul, yang menjadi Tim Sukses SBY-Boediono, yang tidak dapat menahan emosinya, ketika berhadapan dengan Fuad Bawazir dari Tim Sukses JK-Win, karena tidak tahan pasangan SBY-Boediono, disebut-sebut neolib, keluar pernyataan Ruhut Sitompul, yang dulunya aktive di Golkar, dan loncat ke Demokrat itu, tiba-tiba mengatakan bahwa Arab tidak memberikan bantuan apa-apa kepada Indonesia. Tentu, yang paling banyak memberikan bantuan, menurut Tim Sukses SBY-Boediono kepada Indonesia adalah negara-negara Barat alias AS.
|
Oleh : Redaksi 30 Jun 2009 - 11:30 pm
 Klarifikasi Herawati Boediono di Acara Salimah
Kasus Black Campaigne (kampanye hitam) meningkat ke babak baru, setelah ditengarai pelaku selebaran gelap kader Partai Demokrat. Benarkah?
Kasus kampanye hitam terhadap pasangan kandidat presiden dan wakil presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono, yang terjadi dalam dialog kandidat HM Jusuf Kalla dengan para ulama di Asrama Haji, Medan, beberapa waktu lalu, berkembang ke arah mengejutkan. Betapa tidak, penyebar selebaran gelap berupa kliping sebuah tabloid tentang agama yang dipeluk istri capres Boediono tersebut, ditengarai adalah "orang SBY - Boediono" sendiri.
Sejumlah media online, Ahad (28/6), mengangkat pengakuan Adi Zein, pelaku penyebar selebaran itu di Asrama Haji. Menurut Hadi, hal itu dilakukannya atas perintah Sukri.
|
Oleh : Redaksi 07 Jun 2009 - 8:30 pm
Tujuan NeoLib adalah tujuan kaum Masonik, kaum Illuminatus, kaum Luciferian, yang sudah ada sejak iblis turun ke bumi membuntuti Adam dan Hawa.
Diskursus tentang NeoLib (Neo Liberal) mengemuka menjadi topik paling panas menjelang Pemilihan Umum Presiden (pilpres) yang sudah di depan mata. Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan adanya tiga pasangan capres-cawapres yang akan bertarung dalam ritual politik nasional lima tahunan tersebut. Dari ketiga pasangan itu, Kubu Partai Demokrat yang didukung oleh sejumlah parpol yang mengusung SBY-Boediono jelas mempresentasikan Kubu NeoLib di Indonesia.
Walau kubu ini membantahnya, namun Alhamdulillah, Allah telah mengkaruniakan otak dan nurani kepada manusia hingga rakyat Indonesia bisa memilah mana yang dusta dan mana yang jujur. Bantahan lewat mulut maupun iklan politik jelas tidak akan bisa melawan fakta-fakta yang telah terjadi, sampai kapan pun. Fakta menyodorkan kepada kita jika Pilpres 2009 ini diikuti oleh satu pasang Kubu NeoLib dan dua pasang Kubu Kerakyatan. (watch : New Ruler of the world )
|
|
 |
|
|
 |
|
 |
|
|
|
|
|
|
|